Persiapan Menyusun Tulisan Ilmiah

Definisi dan Ciri Tulisan Ilmiah

Tulisan ilmiah merupakan tulisan yang berisi ilmu pengetahuan. Tulisan ini menguraikan suatu topik/masalah secara logis dan objektif. Tulisan ini menyajikan fakta yang didapat, baik melalui penemuan, pengujian, ataupun pengamatan. Fakta tersebut merupakan fakta yang teruji dan dapat dibuktikan kebenarannya. Pemikiran yang belum diuji atau fenomena yang belum diketahui kebenarannya tidak dapat dijadikan sebagai tulisan ilmiah.

Penyusunan tulisan ilmiah mengikuti metodologi penulisan yang benar dan baik dengan sistematika tertentu. Bahasa yang digunakan adalah bahasa formal sesuai dengan aturan bahasa yang berlaku. Format tulisan dapat berbeda bergantung target publikasi. Setiap jurnal mengikuti format dan sitasi tertentu, bahkan ada jurnal yang memiliki format dan sitasi sendiri.

Komponen Tulisan Ilmiah

Dalam penulisan ilmiah tidak ada aturan baku mengenai komponennya. Setiap institusi ataupun jurnal memiliki kebebasan dalam menentukan format dan komponen tulisan ilmiah. Namun secara umum ada empat komponen yang sama dan dijumpai pada seluruh tulisan ilmiah yaitu pendahuluan (introduction), metode (methods), hasil (results), dan diskusi (discussion). Komponen tersebut biasa disingkat IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).

Komponen pendahuluan berisi latar belakang dan tujuan penulisan. Latar belakang mengemukakan argumen, alasan, pertimbangan, dasar pemikiran, disertai data pendukung, sehingga suatu topik tersebut perlu untuk dibahas. Tujuan penulisan mengemukakan hal apa yang menjadi target spesifik yang ingin dicapai melalui tulisan tersebut.

Bila tulisan yang disusun merupakan laporan penelitian, maka bagian metode berisi metode penelitian yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan harus sesuai dengan tujuan penelitian. Bila tulisan yang disusun dalam bentuk tinjauan pustaka, maka bagian metode biasanya berisi metode yang digunakan dalam penelusuran referensi. Namun bagian ini terkadang tidak tergambar secara eksplisit.

Bagian hasil berisi temuan yang didapatkan dari penelitian. Pada bagian ini hasil penelitian diuraikan dalam rangka menunjukkan tercapainya tujuan penelitian. Tujuan penelitian tercapai bila seluruh hasil sudah dapat menjawab tujuan penelitian.

Bagian diskusi adalah bagian yang berisi uraian atau perbandingan hasil dengan teori dan penelitian terkait. Perbandingan tersebut dibahas secara objektif dengan menilai kesesuaian dan ketidaksesuaian teori dan hasil-hasil penelitian. Uraian ini juga membahas keterbatasan masing-masing dan rekomendasi penelitian selanjutnya.

Bagian hasil dan diskusi pada artikel tinjauan pustaka biasanya tidak disebutkan secara eksplisit. Kedua bagian ini biasanya menyatu dan berubah menjadi rangkaian sub-sub judul berdasarkan topik artikel. Uraian mengenai topik yang diangkat menunjukkan bagian tersebut sudah merupakan bagian hasil dan diskusi.

Selain keempat komponen utama tersebut, kita dapat menjumpai komponen penulis dan instansi, abstrak di bagian awal, serta ucapan terima kasih di bagian akhir. Nama penulis dan instansi menunjukkan kapasitas penulis terhadap bidang atau topik yang dibahas. Bagian abstrak berisi ringkasan IMRaD dari seluruh isi artikel. Biasanya panjang bagian ini dibatasi oleh penerbit dengan batasan yang berbeda. Ucapan terima kasih adalah bentuk penghargaan peneliti/penulis terhadap pihak yang telah membantu penelitiannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, namun pihak tersebut tidak termasuk sebagai salah satu penulis naskah.

Langkah Umum

Ada berbagai cara dalam penyusunan tulisan ilmiah. Cara-cara tersebut bukanlah cara yang baku dan harus diikuti oleh semua orang. Langkah persiapan penyusunan tulisan ilmiah dalam artikel ini merupakan trik yang mungkin akan membantu. Dalam penyusunan tulisan ilmiah memerlukan alokasi waktu khusus agar tulisan yang dibuat dapat optimal.

Langkah pertama dan paling penting dalam penyusunan tulisan adalah penentuan topik tulisan. Topik berbeda dengan judul. Topik adalah cakupan umum mengenai apa yang ingin ditulis dan harus ditentukan di awal. Judul adalah kalimat yang menggambarkan isi tulisan secara keseluruhan dan biasanya dibuat setelah selesainya tulisan.

Topik dapat mengenai suatu hal spesifik dan dapat pula mencakup beberapa hal yang terkait. Topik yang diangkat hendaknya sangat spesifik guna membatasi luasnya pembahasan. Topik yang umum akan membuat banyaknya pokok pikiran yang harus disampaikan, sehingga tulisan yang dibuat akan panjang. Semakin spesifik topik, maka akan semakin tajam dan dalam pembahasan yang dapat dibuat.

Langkah kedua adalah melakukan brainstorming. Langkah ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara yang biasa digunakan adalah membuat mind mapping dan membuat outline. Melalui brainstorming diharapkan kita dapat menampilkan semua ide yang ingin dibahas dalam suatu tulisan, sehingga kita akan mengetahui bahan bacaan yang dibutuhkan ketika menelusuri referensi lebih lanjut. Langkah ini sangat penting dan lebih penting lagi untuk mencatat hasil brainstorming karena ide sangat mudah “menguap” tanpa bekas.

Langkah ketiga adalah penelusuran referensi. Berdasarkan kebutuhan bahan bacaan yang didapat pada langkah sebelumnya, kita lakukan penelusuran referensi menggunakan buku teks, jurnal cetak, jurnal online, dan mesin pencari di internet, seperti Google. Buku teks tetap kita gunakan sebagai dasar teori yang digunakan dalam tulisan. Penelusuran di internet bertujuan untuk mendapatkan informasi semutakhir mungkin. Penelusuran melalui jurnal cetak dapat dilakukan di perpustakaan yang berlangganan. Penelusuran jurnal online dapat dilakukan melalui Perpustakaan Nasional RI, kanal jurnal, ataupun langsung ke website jurnal.

Langkah keempat adalah pemilahan dan pemilihan referensi. Proses ini merupakan tahap penyaringan referensi yang akan kita gunakan dalam penyusunan tulisan ilmiah. Kita menyadari bahwa tidak semua referensi yang beredar dapat kita gunakan sebagai rujukan. Penyebab suatu referensi tidak dapat digunakan antara lain karena tidak valid, tidak relevan, atau tidak mutakhir.

Langkah kelima adalah persiapan citation manager. Citation manager adalah aplikasi komputer untuk membuat sitasi dan bibliografi, seperti Mendeley, EndNote, Zotero, dan sebagainya. Sebenarnya pada Microsoft Word sudah terdapat fitur bawaan untuk citation manager, namun sejauh ini masih belum semudah penggunaan aplikasi seperti Mendeley. Pemanfaatan citation manager akan sangat membantu pembuatan sitasi dan bibliografi secara konsisten, apalagi bila kita mengerjakan komponen tulisan ilmiah secara acak atau menyisipkan sitasi di antara paragraf yang sudah memiliki sitasi.

Langkah selanjutnya adalah penulisan artikel. Dalam penulisan artikel kita dapat menggunakan panduan yang telah ada atau panduan tertentu yang berlaku di jurnal dan lembaga pendidikan.

Tips

    • Persiapan ini mungkin akan terasa sedikit merepotkan. Namun bila dilakukan di awal dengan baik, maka akan terasa sangat membantu selama kita menyusun tulisan ilmiah.

    • Dalam penulisan artikel hendaknya menggunakan bahasa sendiri. Kita dapat membaca dan menyimpulkan mengenai suatu hal dari beberapa referensi, lalu kita gunakan bahasa sendiri. Kemampuan ini sangat penting untuk mencegah plagiarisme yang merupakan tindakan kriminal di kalangan ilmiah. Kita juga dapat menggunakan grafik atau tabel untuk memudahkan atau menyederhanakan penyampaian informasi. Grafik atau tabel tersebut bukan bertujuan untuk menambah halaman.

    • Sebaiknya kita tidak terpengaruh untuk membaca apa yang sudah diketik sebelum seluruh ide pokok tertulilskan. Kita perlu tetap fokus dalam menyelesaikan tulisan terlebih dahulu. Membaca apa yang sudah diketik sebelum tulisan selesai akan memengaruhi konsentrasi, motivasi, dan sering membuat lupa ide. Kesalahan ejaan, pilihan kata (diksi), dan kejelasan kalimat diperbaiki bila seluruh ide tulisan sudah tertulis. Membaca ulang dari awal menjadi penting untuk memeriksa kembali tulisan yang telah dibuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *