Penelusuran Referensi e-Resources

Pendahuluan

Perkembangan publikasi penelitian dan artikel ilmiah, baik yang diterbitkan melalui jurnal maupun buku, semakin banyak yang ditemukan dalam bentuk elektronik. Adanya publikasi elektronik (e-resources) ini sangat membantu penyebarluasan informasi dan publikasi. Sebagian publikasi elektronik tersebut dapat diakses secara online, meski sebagian besar berbayar.

Satu upaya yang telah dilakukan oleh sebagian kalangan ilmiah adalah membuat basis data (database) jurnal, buku, dan publikasi lain dalam bentuk elektronik. Mereka telah memilih artikel, jurnal, buku, dan publikasi lain yang akan mereka masukkan ke dalam database mereka, lalu mengelompokkannya dalam kriteria tertentu. Adanya database tersebut sangat membantu akademisi dan peneliti dalam penelusuran referensi secara lebih cepat.

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah melanggankan tiga paket database langganan akses e-journal sejak tahun 2018 ditambah satu paket tambahan untuk Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK). Program tersebut merupakan upaya keberlanjutan yang telah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2009. Paket yang dilanggan oleh pemerintah untuk bidang kesehatan adalah ProQuest Biological Science. Selain melalui Kemenristekdikti, pemerintah juga melalui Perpusatakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) telah melanggan banyak paket database, baik dalam maupun luar negeri.

Website Database

Di samping ProQuest, ada beberapa database lain yang dapat digunakan untuk bidang kesehatan. Database yang sering diakses antara lain Ebsco, Embase, Medline, PsycINFO, PubMed, Ovid, Web of Science, ScienceDirect, Scopus, Cochrane Library, ClinicalKey, Directory of Open Access Journals, Open Science Directory, Free Medical Journals, OpenMD, Trip Database, dan Google Scholar. Masing-masing database tersebut dimiliki dan dikelola oleh suatu perusahaan yang terkadang memiliki lebih dari satu paket database.

Setiap database memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Database tersebut dapat berbayar secara penuh, ada yang berbayar untuk artikel tertentu, dan ada yang terbuka sepenuhnya. Database tertentu ada yang memberikan syarat yang lebih berat agar suatu publikasi dapat terindeks oleh mereka. Oleh sebab itu terkadang kita dapat menemukan suatu artikel tidak dapat dijumpai pada suatu database, namun dijumpai pada database lain. Setiap database memiliki fitur tersendiri, misalnya download as PDF, cite the article, dan sebagainya.

Penggunaan database sebagai sumber untuk mencari referensi merupakan langkah praktis dalam memilih referensi. Paling tidak upaya tersebut telah memangkas usaha seorang akademisi atau peneliti dalam memilih apakah suatu artikel layak digunakan sebagai referensi. Langkah tersebut lebih praktis daripada mengandalkan mesin pencari yang bersifat umum secara langsung, seperti Google, Yahoo, Bing, dan sebagainya.

Website Jurnal

Beberapa jurnal ada yang menerbitkan artikel langsung melalui website lembaga mereka. Akademisi, peneliti, atau institusi yang berlangganan dapat langsung mengakses website jurnal tersebut dan mengunduh artikelnya. Bahkan sebagian jurnal memberikan akses penuh untuk seluruh artikel yang mereka terbitkan di website mereka.

Artikel yang dipublikasi di website jurnal merupakan artikel milik jurnal, sehingga tidak semua artikel yang ditampilkan di website juga terindeks database. Orang yang mengakses artikel secara langsung dari jurnal perlu melakukan penelaahan yang lebih mendasar untuk mengetahui kualitas artikel yang ingin digunakan.

Pencarian Menggunakan Federated Search

Selain akses langsung ke website database, juga terdapat cara akses melalui pencarian terintegrasi federated search. Ada dua federated search dari pemerintah yang dapat digunakan yaitu website Perpusnas dan Summon Kemenristekdikti. Pencarian menggunakan federated search akan membantu untuk mencari ke berbagai database dalam satu waktu.

Untuk dapat mengakses website Perpusnas memerlukan registrasi anggota. Registrasi dapat dilakukan secara online dan gratis melalui website tersebut. Untuk website Summon Kemenristekdikti tidak memerlukan registrasi anggota.

Referensi dari Dalam Negeri

Seluruh database yang telah dibahas di atas merupakan database untuk jurnal internasional dan berbahasa asing. Saat ini Indonesia telah memiliki portal database sendiri yang bernama Garuda (Garba Rujukan Digital) yang dikelola oleh Kemenristekdikti. Garuda merupakan database dan layanan pengindeks jurnal dan pertemuan ilmiah yang ada di Indonesia. Namun untuk pertemuan ilmiah masih banyak yang belum terindeks. Garuda telah menggantikan peran dan fungsi Indonesian Publication Index (IPI) sejak tanggal 4 Juli 2018.

Dalam portal Garuda dapat ditemukan seluruh jurnal yang terbit di Indonesia, baik yang menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab. Garuda tidak melakukan pemeringkatan jurnal dan bersifat mengumpulkan saja. Oleh sebab itu ketika memilih referensi di Garuda sebaiknya melakukan pengecekan ke Sinta (Science and Technology Index) yang melakukan pemeringkatan jurnal dan juga dikelola oleh Kemenristekdikti. Pengecekan ini berfungsi untuk memilah kualitas penerbit, sehingga akademisi dan peneliti dapat mempertimbangkan kualitas artikel yang ingin digunakan.

Sinta melakukan pemeringkatan akreditasi jurnal dengan kategori S1 (tertinggi) hingga S6 (terendah). Semakin tinggi peringkat akreditasi menunjukkan semakin baiknya kualitas konten dan manajemen jurnal. Jurnal yang muncul di Garuda namun tidak muncul di Sinta menunjukkan jurnal tersebut belum melengkapi persyaratan pendaftaran agar terindeks Sinta atau sedang dalam pengurusan.

Cara Kerja Mesin Pencari

Secara umum cara kerja mesin pencari mirip, sehingga teknik yang sama dapat digunakan pada berbagai mesin pencari di setiap database. Adanya fitur Advanced Search dan filter akan sangat membantu dalam memilah artikel sesuai keperluan kita. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika memasukkan kata kunci antara lain:

  1. Gunakan kata kunci dalam bahasa Inggris untuk mendapat hasil yang lebih terbaru dan dapat diterima di seluruh dunia. Penggunaan bahasa Inggris Amerika dan bahasa Inggris British terkadang dapat menghasilkan hasil pencarian yang berbeda, meski tidak harus selalu ada. Publikasi dalam bahasa Indonesia cenderung lebih lambat karena bersifat lokal. Bahasa Indonesia dapat digunakan bila referensi yang diperlukan memang dibuat berbahasa Indonesia.
  2. Penggunaan huruf kapital dan huruf kecil tidak berpengaruh pada hasil pencarian.
  3. Kata benda tunggal dan jamak tidak berpengaruh pada hasil pencarian karena mesin pencari akan mencari keduanya.
  4. Pencarian kata kunci multipel yang dipisahkan oleh spasi akan menghasilkan pencarian untuk masing-masing kata. Pencarian kata kunci dalam bentuk frasa (gabungan kata yang tak terpisahkan) terkadang perlu diberikan karakter khusus, meski pada beberapa database tidak berlaku. Misalnya kata kunci chest pain.
    • Bila kata kunci yang dimasukkan adalah chest pain, maka mesin pencari akan melakukan pencarian untuk masing-masing kata chest dan kata pain.
    • Bila diberikan tanda kutip di awal dan akhir sehingga menjadi “chest pain”, maka mesin pencari akan menampilkan hasil pencarian yang mirip-mirip (fuzzy search) dengan frasa chest pain.
    • Bila diberikan tanda kurung kurawal (curly brackets) di awal dan akhir sehingga menjadi {chest pain}, maka mesin pencari akan menampilkan hasil pencarian yang sama persis (exact) dengan chest pain.
  5. Pencarian menggunakan wildcard dipakai untuk kata kunci yang tidak terlalu diyakini istilahnya. Namun dalam banyak kesempatan, penggunaan wildcard tidak memberikan hasil yang memuaskan.
    • Tanda asterisk (*) berfungsi untuk menggantikan satu atau lebih karakter. Contoh: kata kunci toxi* akan menghasilkan pencarian kata toxic, toxin, toxicity, toxicology, toxicological.
    • Tanda tanya (?) berfungsi untuk menggantikan hanya satu karakter. Contoh: kata kunci toxi? hanya akan menghasilkan pencarian kata toxic dan toxin.
  6. Penggunaan operator boolean seperti AND, OR, dan AND NOT untuk melakukan pencarian spesifik. Perintah operator boolean mesti ditulis dalam huruf kapital. AND digunakan untuk pencarian artikel yang mengandung dua kata yang dimasukkan. OR digunakan untuk pencarian artikel yang mengandung satu atau dua kata yang dimasukkan. AND NOT digunakan untuk mengeluarkan hasil pencarian yang memuat kata kunci yang mengikuti kata kunci sebelumnya. Bila ada, penggunaan operator boolean dapat digantikan menggunakan fitur Advanced Search (pencarian lebih lanjut).

Kiat Tambahan

Hasil pencarian pada setiap database memiliki variasi yang banyak. Untuk memilah artikel yang diinginkan, perlu dibuat batasan waktu, format dokumen, ataupun bahasa. Adanya batasan tersebut akan memudahkan dalam memilih artikel yang relevan dan terbaru yang ingin digunakan.

Dalam penelusuran referensi terkadang sulit menemukan kata kunci yang ingin dicari atau tidak dipahami apa istilah yang digunakan untuk permasalahan yang ingin ditelusuri. Kendala tersebut dapat terbantu menggunakan website mesin pencari umum seperti Google, Yahoo, dan lain-lain, dengan cara memasukkan kalimat yang mendeskripsikan istilah yang ingin diketahui. Bila telah diketahui istilahnya, maka penelusuran lebih lanjut dilakukan pada database.

Daftar Website Database dan Website Federated Search

Berikut adalah alamat website dari beberapa database yang dapat diakses secara langsung tanpa login. Kalaupun memerlukan login, pendaftaran tidak dipungut biaya.

 

Tabel Database Jurnal dan Alamat Website-nya

  Database Alamat Website
       1. ScienceDirect https://www.sciencedirect.com/
       2. Directory of Open Access Journals (DOAJ) https://www.doaj.org/
       3. Free Medical Journals http://www.freemedicaljournals.com/
       4. OpenMD https://openmd.com/
       5. Trip Database https://www.tripdatabase.com/
       6. Google Scholar https://scholar.google.com/
       7. Cochrane Library https://www.cochranelibrary.com/search/
       8. PubMed https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/
       9. PubMed Central https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/
    10. Perpusnas http://e-resources.pnri.go.id/
    11. Summon Ristekdikti http://ristekdikti.summon.serialssolutions.com/
    12. Garuda http://garuda.ristekdikti.go.id/


Penutup

Penggunaan website database dan website jurnal merupakan upaya penting yang perlu dilakukan dalam penelusuran e-resources. Langkah ini dapat mempercepat penelusuran referensi sekaligus memastikan kualitas referensi yang digunakan. Pemerintah telah melanggankan beberapa database berbayar, sehingga kalangan akademisi dan peneliti akan sangat terbantu dengan kemudahan tersebut. Selain itu, terdapat cukup banyak e-resources gratis yang dapat digunakan dalam bidang kesehatan sebagai alternatifnya, termasuk jurnal yang berasal dari Indonesia yang muncul di portal Garuda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *